Buscar

Pages

السلام Pictures, Images and Photos

Atas Nama Ta'aruf?

Saudariku....sahabatku...
ukhty muslimah....

Sungguhpun ta'aruf bukanlah sebuah permainan....bukan sekedar coba-coba...bukan
sekedar perkiraan...

"hmm..siapa tau cocok..."

"hmm...siapa tau jodoh..."

"siapa tau..."siapa tau...'

atau bahkan...

" Hmm....lumayanlah...buat hepi-hepian...???????"

Astaghfirullah....

Sungguh...Ta'aruf itu bukanlah sebuah keisengan seperti itu....!!!!

Bagaimana mungkin SATU-SATUNYA JALAN YANG DIHALALKAN OLEH ALLAH...OLEH
ISLAM..adalah sebuah permainan iseng...permainan coba-coba...sebuah
kesenangan terselubung...??????

Bagaimana mungkin suatu upaya untuk menghindari PACARAN...justru tanpa disadari
masuk dalam PACARAN tersebut...

Bagaimana mungkin sebuah upaya untuk membuahkan suatu yang suci...suatu
ikatan yang mahal harganya...sebuah perjanjian agung yakni PERNIKAHAN
adalah sebuah lelucon yang bisa dilakukan dengan siapa saja...siapa
saja yang mau...siapa saja yang ada...atau sebuah iseng-iseng
berhadiah...???????????????

Dengan perkataan...

"coba ah...sama dia...siapa tau...hehehe..???????????"

TA'ARUF BUKAN HAL-HAL REMEH TEMEH SEPERTI ITU....!!!!!!!

TA'ARUF ITU SUNGGUH SUCI...!!!

Sungguh bukan hak saya untuk berkata demikian sebenarnya...

Saya bukan siapa-siapa...bahkan saya adalah orang yang sangat sangat awam
dengan masalah ini....

Tapi...sungguh miris hati saya ketika melihat realita...ta'aruf seakan
jadi sebuah solusi atau jalan lain karena tidak boleh pacaran...!!!

Akibatnya...??? ta'aruf tiada bedanya dengan pacaran...???

Lalu...??? ta'aruf adalah pacaran hanya dibungkus dengan "selimut
Islami..."????????

Jika pacaran yang dibicarakan adalah...(hmm..mungkin ..^^)

"sayang...ketemuan yuk..."

Ta'aruf...

"ukhty...sholat tahajud dulu...??????????"

Jika pacaran mengungkapkan perasaan dengan

"sayang...aku cinta kamu..."

Ta'aruf ...??

"ukhty...sungguh hati ini mencintaimu karena Allah...????"

Sms-sms penuh perhatian...tiap hari...tiap jam...

Telepon-telepon mengobrol kehidupan sehari-hari...

Chatting..???

YANG DIBICARAKAN...??????? hmm..tidak jauh beda...!!!

Kiranya semuanya telah tau...

Bahwa wanita adalah fitnah terbesar bagi seorang laki-laki...

Namun...saya wanita...dan ukhty pun wanita...

Tapi kita juga tau...bahwa perhatian laki-laki...kasih sayangnya...sikap
melindunginya...kesetiaannya adalah cobaan yang tidak kalah hebatnya bagi
seorang wanita...

Mungkin kami para akhwat pada awalnya akan berkata...

"iih...iseng bgt sih..."

"nyebelin..."

"ganjen..."

"TP TP..."

"ngapain sih ngajak-ngajak ta'arufan nggak jelas.."

TAPI....kita semua juga tau....

Cinta itu tumbuh karena terbiasa...

terbiasa dekat...

terbiasa ada...

terbiasa bersama...

terbiasa berantem..hhe..^^

terbiasa saling menyapa...

terbiasa diberi perhatian...

terbiasa saling mengobrol...hmm...

Cinta itu teramat bening...

saat ini tiada apapun...namun perlahan...tanpa kita sadari...dia sudah menjalar
ke seluruh bagian jiwa kita,,,menguasai kita...

Awalnya mungkin kita akan merasa sebal dengan kehadirannya...

Terganggu oleh sms-sms isengnya....

Terganggu oleh pertanyaan-pertanyaan anehnya....

Namun...tanpa kita sadari...

saat ia tiada...

saat sms tak kunjung tiba...

saat telepon tak berdering lama....????

akan ada perasaan kehilangan....

setiap saat melihat ke HP...menunggu deringnya...

setiap saat melongok ke komputer...menunggu onlinenya.....

Dan itukah...??? itukah saudariku....??? yang dinamakan dengan..."MENCINTAI
KARENA ALLAH...???" itukah...????

itukah....?????????

ya akhi...para ikhwan....

sungguh hati wanita ini lemah....

hati wanita itu mudah terjangkiti virus....

dan bagaimana jika kita telah jatuh cinta...

bagaimana ternyata hati kita sudah saling merindu...menginginkan adanya
kebersamaan...

merindukan adanya kasih yang tanpa akhir...

sementara....KITA BELUM HALAL....!!!!!!

DAN MUNGKIN KITA TIDAK AKAN PERNAH JADI HALAL....!!!!!!

sanggupkah engkau pertanggungjawabkan sms-sms mesramu...???

sangggupkah engkau pertanggungjawabkan telepon mesramu...???

sanggupkah engkau pertanggungjawabkan tangis kami karena mulai
merindukanmu...???

mulai berharap padamu...???

Tolong, kami hanya ingin menjaga diri . Menjaga amal kami tetap tertuju padaNYA.

Karena janji Allah itu pasti. Wanita baik hanya diperuntukkan laki-laki baik.

Ya akhi....ikhwan...calon pemimpin kami di masa depan....

Jika engkau benar-benar serius...mengapa engkau hanya bersembunyi dibalik
internetmu...???

Bersembunyi dibalik HPmu...???

Bersembunyi dalam kata-katamu...????????

kita sudah lelah dengan semua itu...

sungguhpun kita tidak mengharapkan seorang laki-laki BERMENTAL TEMPE ...

yang hanya berani di dunia maya...

yang hanya berani di dunia sms...

dan yang lari dari tanggungjawab setelah merasa tidak cocok....

Jika engkau memang sungguh serius...

DATANGLAH PADA ORANGTUA KAMI...!!!

JAWAB PERTANYAAN KAMI DENGAN LANTANG...!! DIHADAPAN KAMI...!!!!

JAWAB PERTANYAAN KAMI SECARA LANGSUNG....!!!!

kami wanita ingin pemimpin yang berani....

kami wanita yang ingin menjaga diri...

kami wanita yang tidak ingin diberi harapan palsu...janji gombal....

kami wanita yang ingin laki-laki yang halal.....

DENGARLAH AKHI...KAMI WANITA YANG BERBEDA...!!!!!!

PERNIKAHAN ADALAH KESUCIAN....

DAN JALAN MENUJU PERNIKAHAN TENTUNYA HARUS SESUCI PERNIKAHAN ITU PULA ...!!!

Aku bukanlah seorang gadis yang cerewet dalam memilih pasangan hidup.

Siapalah diriku untuk memilih permata sedangkan aku hanyalah sebutir pasir yang
wujud di mana-mana.

Tetapi aku juga punya keinginan seperti wanita solehah yang lain,
dilamar lelaki yang bakal dinobatkan sebagai ahli syurga, memimpinku ke
arah tujuan yang satu.

Tidak perlu kau memiliki wajah setampan Nabi Yusuf Alaihisalam, juga
harta seluas perbendaharaan Nabi Sulaiman Alaihisalam, atau kekuasaan
seluas kerajaan Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam, yang mampu
mendebarkan hati jutaan gadis untuk membuat aku terpikat.

Andainya kaulah jodohku yang tertulis di Lauh Mahfuz, Allah pasti akan
menanamkan rasa kasih dalam hatiku juga hatimu. Itu janji Allah. Akan
tetapi, selagi kita tidak diikat dengan ikatan yang sah, selagi itu
jangan dimubazirkan perasaan itu karena kita masih tidak mempunyai hak
untuk begitu.

Juga jangan melampaui batas yang telah Allah tetapkan. Aku takut
perbuatan-perbuatan seperti itu akan memberi kesan yang tidak baik
dalam kehidupan kita kelak.

Permintaanku tidak banyak. Cukuplah engkau menyerahkan seluruh dirimu
pada mencari ridha Illahi. Aku akan merasa amat bernilai andai dapat
menjadi tiang penyangga ataupun sandaran perjuanganmu. Bahkan aku amat
bersyukur pada Illahi kiranya akulah yang ditakdirkan meniup semangat
juangmu, mengulurkan tanganku untukmu berpaut sewaktu rebah atau
tersungkur di medan yang dijanjikan Allah dengan kemenangan atau syahid
itu. Akan kukeringkan darah dari lukamu dengan tanganku sendiri. Itu
impianku.

Aku pasti berendam airmata darah, andainya engkau menyerahkan seluruh cintamu
kepadaku.

Cukuplah kau mencintai Allah dengan sepenuh hatimu karena dengan mencintai
Allah, kau akan mencintaiku karena-Nya.

Cinta itu lebih abadi daripada cinta biasa.

Moga cinta itu juga yang akan mempertemukan kita kembali di syurga….


ATAS NAMA TA'ARUF...???

MUNGKIN SALAH SEORANG LAKI-LAKI AKAN BERTANYA..."

mengapa wanita begitu selektif memilih orang yang akan ta'aruf.."

maka...

wanita akan menjawab..

suami kami nanti kelak akan menjadi pemimpin kami...

akan kami layani kebutuhannya....

akan kami tunggu kehadirannya...

akan kami berikan jiwa kami...raga kami....

bagaimana mungkin kami lalai dalam memilih calon suami...meski hanya dalam
rangka ta'aruf...??

suami kami nanti akan menjadi pembimbing agama kami...penjaga kami...pelindung
kami...

bagaimana mungkin kami akan gegabah dalam menentukan pilihan...meski hanya
sebatas tukaran biodata..??

mentaati suami kami adalah salah satu jalan kami ke surga...

ketaatan pada suami adalah lambang kesholihan kami....

bagaimana mungkin kami akan cepat memutuskan siapa pilihan kami meski hanya
sebatas kata..."baik saya setuju...ta'arufan..."

ya akhi....saudaraku...para ikhwan....

JANGAN TAWARKAN KEISENGAN ATAS NAMA TA'ARUF PADA KAMI...!!!!!

KETAHUILAH...KAMI ADALAH WANITA YANG BERBEDA...!!!!!


-------------sumber dari temen ana yang Shalihin

Jadikanlah Sabar dan Shalat Sebagai Penolongmu. Dan Sesungguhnya Yang Demikian
itu Sungguh Berat, Kecuali Bagi Orang-Orang yang Khusyu [ Al Baqarah : 45 ]

Lezatnya Qiyamul Lail

Bagaimana meraih Lezat-Nya Qiyamul lail (Shalat Tahajud) ...

Bismillahirrahmanirrahim..
Dengan qiyamul-lail, Allah akan memberi kekuatan. Dengan qiyamul-lail, Allah mengabulkan doa. Dengan qiyamul-lail, dapat menghapus keburukan, mencegah dosa dan menangkal penyakit. Dengan qiyamul-lail, dapat semakin mendekatkan kepada Allah. Dengan qiyamul-lail, Allah akan menggolongkan dalam ibaadurrahman. Dengan qiyamul-lail, Allah akan mengangkat ke tempat yang terpuji. Dengan qiyamul-lail, Allah akan memasukkan ke surga-Nya...

Dari Jabir r.a., ia barkata, “Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya pada malam hari itu benar-benar ada saat yang seorang muslim dapat menepatinya untuk memohon kepada Allah suatu kebaikan dunia dan akhirat, pasti Allah akan memberikannya (mengabulkannya); dan itu setiap malam.” (HR. Muslim dan Ahmad)

Qiyamul-lail adalah sarana berkomunikasi seorang hamba dengan Rabbnya. Sang hamba merasa lezat di kala munajat dengan Penciptanya. Ia berdoa, beristighfar, bertasbih, dan memuji Sang Pencipta. Dan Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, sesuai dengan janjinya, akan mencintai hamba yang mendekat kepadanya. Kalau Allah swt. mencintai seorang hamba, maka Ia akan mempermudah semua aspek kehidupan hambaNya. Dan memberi berkah atas semua aktivitas sang hamba, baik aktivitas di bidang dakwah, pendidikan, ekonomi, sosial, budaya, maupun politik. Sang hamba akan dekat dengan Rabbnya, diampuni dosanya, dihormati oleh sesama, dan menjadi penghuni surga yang disediakan untuknya.

Seorang muslim yang kontinu mengerjakan qiyamullail, pasti dicintai dan dekat dengan Allah swt. Karena itu, Rasulullah saw. menganjurkan kepada kita, “Lazimkan dirimu untuk shalat malam karena hal itu tradisi orang-orang shalih sebelummu, mendekatkan diri kepada Allah, menghapus dosa, menolak penyakit, dan pencegah dari dosa.” (HR. Ahmad)

Jika Anda ingin mendapat kemuliaan di sisi Allah dan di mata manusia, amalkanlah qiyamul-lail secara kontinu. Dari Sahal bin Sa’ad r.a., ia berkata, “Malaikat Jibril a.s. datang kepada Nabi saw. lalu berkata, ‘Wahai Muhamad, hiduplah sebebas-bebasnya, akhirnya pun kamu akan mati. Berbuatlah semaumu, pasti akan dapat balasan. Cintailah orang yang engkau mau, pasti kamu akan berpisah. Kemuliaan orang mukmin dapat diraih dengan melakukan shalat malam, dan harga dirinya dapat ditemukan dengan tidak minta tolong orang lain.’”

Orang yang shalat kala orang lain lelap tertidur, diganjar dengan masuk surga. Kabar ini sampai kepada kita dari hadits yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dari Abdullah bin Salam dari Nabi saw., beliau bersabda, “Wahai manusia, sebarkanlah salam, berikanlah makanan, dan shalat malamlah pada waktu orang-orang tidur, kalian akan masuk surga dengan selamat.”

Seorang tabi’in berkata, “Sungguh jika tiada sepertiga malam terakhir, aku tidak betah hidup di dunia ini”. Mereka benar-benar mereguk kenikmatan tiada tara saat berkhalwat dengan Tuhannya. Namun mengapa kita belum bisa merasakannya?

Berbagai keutamaan qiyamul-lail sudah kita baca atau kita dengar dari para ulama. Kita pun sudah beberapa kali mencoba melaksanakannya, dengan mujahadah (kesungguhan) melawan kantuk dan dinginnya malam. Namun, berkali-kali juga kita mengalami futur (lalai), tidak dapat lagi melaksanakan qiyamul-lail.

Maklumat dan pemahaman perihal keutamaan Qiyamul-Lail sudah sama-sama mafhum. Jika belum silakan googling saja dengan keyword “qiyamul lail”, atau mampir toko buku maka akan kita jumpai puluhan buku tentang keutamaan qiyamul-lail. Namun mengapa demikian berat untuk taf’il (melaksanakan) Qiyamul Lail tersebut?

Menurut saya, sebabnya adalah karena kita belum dapat menikmatinya. Sehingga pikiran bawah sadar kita masih merasakan bahwa qiyamul-lail itu beban yang berat.

Waktu sepertiga malam, saat dimana bumi mengeluarkan gelombang kekhusyu’an (alfa), sebagaimana firman Allah “Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat (untuk khusyu’) dan bacaan di waktu itu lebih berkesan” (Al-Muzammil 6). Seharusnya, saat-saat inilah dzikir dan bacaan Al-Quran kita lebih berkesan, hati lebih mudah bergetar ketika Asma Allah disebut. Jiwa kita lebih bening sebening embun pagi di dedaunan. Air mata lebih mudah meleleh bahkan tertumpah dan tak kuasa kita hentikan. Hati menjadi halus dan lembut, sehingga hijab kita dengan Allah semakin transparan.
Pendeknya inilah surga dunia yang telah dinikmati oleh para sahabat, tabi’in dan salafus saleh. Maukah kita memperolehnya?
Mengapa kita belum bisa menikmati Qiyamul Lail?

Mungkin karena kita kurang “Mujahadah” (memaksakan diri). Ya, betul… Namun bukan itu maksud saya.
Bisa jadi pada waktu-waktu yang lalu kita sudah mujahadah, namun lagi-lagi giliran futur itu datang.
Kita sulit qiyamul-lail dan hati kita mati karena kita masih melakukan banyak maksiat dan dosa.
Bukankah maksiat dan dosa akan menimbulkan noktah hitam di hati hingga hati kita menjadi kasat dan mati.
Doa yang kita panjatkan tidak di istijabah oleh Allah SWT. Ya, betul sekali, sangat tepat…!

Tapi saya ingin berangkat dari perspektif lain.

Perspektif lain itu adalah, kita tidak dapat menikmati qiyamul-lail, dan masih banyak melakukan maksiat adalah karena “kita belum mengenal dan mendekatkan diri kepada Allah SWT”. Hati kita masih diisi oleh selain Allah, masih jauh dari Allah.
Mari pertama-tama kita niatkan dan azzamkan diri kita bahwa kita sangat ingin untuk taqarrub mendekatkan diri kepada-Nya.

Dari Abu Hurairah RA disebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, :
“Allah bersabda, ‘Aku menuruti prasangka hamba-Ku kepada-Ku. Aku bersamanya ketika ia mengingat-Ku. Kalau ia mengingat-Ku dalam hati, Aku mengingatnya dalam diri-Ku. Kalau ia mengingat-Ku di tengah kerumunan orang, Aku pun akan mengingatnya di tengah kerumunan yang lebih baik daripada mereka. Kalau ia mendekat diri kepada-Ku sejengkal, Aku pun mendekatkan Diri kepadanya sehasta. Kalau ia mendekatkan diri pada-Ku sehasta. Aku pun akan mendekatkan Diri padanya sedepa. Jika ia mendatangi-Ku dengan berjalan, Aku akan mendatanginya dengan berlari kecil”.

Waktu-waktu di keseharian kita, masih sunyi dari dzikir kepada Allah. Rasulullah SAW bersabda,:
“Siapa yang duduk dalam suatu tempat, lalu di situ ia tak berdzikir kepada Allah, maka kelak ia akan mendapat kerugian dan penyesalan” (HR Abu Dawud).

Dalam keseharian kita, di ketika mandi, di perjalanan kantor, istirahat, hati dan pikiran kita tidak dzikir kepada Allah dan lantas diisi oleh selainnya. Bahkan! bangun tidur kita lupa berdoa, masuk dan keluar kamar mandi lupa berdzikir, selesai makan lupa memuji dan berterima kasih kepada-Nya. Astaghfirullah… beristighfarlah berulang kali saudaraku.
Rasakanlah penyesalan dan biarkan air matamu meleleh…

Mulai detik ini isilah setiap relung hati dan celah pikiran dengan dzikir kepada Allah. Di setiap waktu dalam 24 jam hidup kita isilah dengan dzikir. Jika kita melakukannya, bahkan dalam tidur pun kita tetap bermimpi berdzikir dan bershalawat. Banyak dzikir-dzikir singkat, seperti dua kalimat yang paling berat di sisi Allah, yaitu,

“SubhanaLlahi wabihamdihi… SubhanaLlahil-azhiem…”. Atau
dengan beristighfar,: “Astaghfirullah… astaghfirullah…”,
bertasbih,: “Subahanallahi… subhanallahi”.
Bahkan cukup dengan menyebut asma Allah, “Allah… Allah… atau Yaa Allah.. Ya Allah”.

Lakukanlah di manapun, dan kapan pun, bahkan multitasking sambil melakukan pekerjaan-pekerjaan sehari-hari. Jika ada waktu senggang, dzikir yang paling utama adalah Al-Quran. Membaca Al-Quran, mentadabburinya, menghafalnya, mengulang hafalan atau bahkan sekadar mendengarkan kaset murattal Al-Qur’an sambil kita mengendarai kendaraan.

Dzikir ini akan mengikis dosa dan kotoran jiwa, seperti mengikis karat hingga kemilau emas muncul kembali. Dengan sendirinya, dzikir akan mencegah kita berbuat dosa dan maksiat lagi. Ketika kita akan berbuat sesuatu yang dilarang Allah, hati yang telah dipenuhi Asma Allah akan otomatis menolaknya.

Dzikir akan semakin menghaluskan hati kita. Semakin memudahkan kita menangis dalam berbagai kondisi. Semakin memahami hakikat dan semakin ma’rifat kepada Allah.

Suatu ketika ada sekelompok sahabat yang telah mengalami kehausan karena kehabisan minuman dalam perjalanan safar berhari-hari. Ketika mereka menemukan sebuah sumber air, segera mereka minum dan membasahi muka sepuas-puasnya. Namun ada seorang sahabat yang justru ketika ia akan mengambil air ia menangis sesenggukan.

Sahabat lain pun bertanya, “Mengapa engkau menangis padahal Allah memberikanmu minuman pada saat kehausan?”.

Sahabat tersebut berkata, “Ketika aku membaca doa “Allahumma bariklana fii maa razaqtana waqina adzabannaar”, terbayang olehku penduduk neraka yang lebih haus dariku namun diharamkan padanya meminum air sedikit pun.

Firman Allah: “Dan penghuni neraka menyeru penghuni surga: “Limpahkanlah kepada kami sedikit air atau makanan yang telah direzekikan Allah kepadamu”.
Mereka (penghuni surga) menjawab: “Sesungguhnya Allah telah mengharamkan keduanya itu atas orang-orang kafir, (Al-A’raaf: 50).
Subhanallah, sahabat tersebut mampu menangkap hakikat kalimat “waqina adzabannar” dalam doa mau makan dan minum, karena ia selalu berdzikir mengingat Allah.

Jika dalam setiap tarikan nafas kita selalu berdzikir, dalam setiap langkah kita diikuti dengan dzikir, maka akan muncul banyak keajaiban dalam hidup kita. Allah akan mengaruniai limpahan kenikmatan yang menisbikan kenikmatan dunia. Barulah kita bisa memahami kisah dalam hadits berikut Diriwayatkan bahwa :

Haritsah RA berkata kepada Rasulullah SAW, “Pagi ini, saya menjadi mukmin yang sebenarnya”.

Beliau berkata kepadanya, “Seorang Mukmin yang benar itu memiliki hakikat. Lantas apa hakikat dari keimananmu?” Ia menjawab, “Saya jauhkan diriku dari dunia, hingga di mataku BATU dan PERMATA terlihat sama….”

Subhanallah… batu dan permata terlihat sama. Espass dan Alphard terlihat sama!

Kita lanjutkan haditsnya:
“… Saya seakan-akan melihat singgasana Tuhanku tampak nyata. Saya seakan-akan melihat penduduk surga bersenang-senang di dalam surga dan penduduk neraka disiksa di dalam neraka.”

Beliau SAW berkata, “Hai Haritsah, kamu telah mengetahuinya. Karena itu, istiqomahlah”. Inilah mungkin yang dalam tasawuf disebut “Kasyaf”.

Saudaraku, mari hidupkan hati, lembutkan jiwa dengan selalu berdzikir kepada Allah SWT. Barulah kita bisa menikmati indahnya dan nikmatnya Qiyamul Lail. Berikutnya kita akan merasakan berbagai kenikmatan spiritual dan ayat-ayat keajaiban Allah dalam hidup kita.

Mari penuhi hidup kita dengan dzikir, dan perhatikan apa yang akan terjadi. []

Merataplah karena ratapanmu dapat berbuat banyak hal
Bertahajudlah, karenanya seratus bahaya Terhindarkan
Hapuslah amarah Allah dengan cintamu
Setetes air mata cintamu padaNya
Mampu memadamkan api nerakaNya..

Bangunlah di malam hari wahai hamba Allah,
Karena para kekasih Allah membisikan rahasia
Mereka di penghujung malam

Bangunlah wahai hamba Allah…
Sucikan diri, dan hadapkan wajahmu kepadaNya
Di penghujung malam
Di tengah sunyinya dunia
Ketika yang lain masih lelap dengan mimpi dan harapannya

Bertahajudlah wahai hamba Allah
Ia menantimu dengan Cinta…
Menanti untaian harapanmu untuk di penuhi
Menanti ungkapan hatimu untuk di hiburNya
Menanti lantunan tobatmu untuk di ampuni

Tidak kah kalian ingin menjadi salah satu kekasihNya ?
Tidak kah kalian ingin menatap wajahNya kelak ?

Bangunlah wahai hamba Allah….
Ketika semua pintu tertutup rapat di malam hari…
Hanya pintuNya yang terbuka lebar untuk kau masuki
Tidak kah kau dengar panggilan lembutNya…

Yang menyapamu untuk datang dan bermunajat padaNya ?

Jangan lalai, wahai hamba Allah…
Bangunlah segera untuk datang padaNya
Di penghujung malam, ketika yang lain enggan hadir
dan memilih tetap terlelap dalam mimpi indahnya…

Jangan lalai, wahai hamba Allah….
Bagaimana mungkin kita mengabaikan tawaranNya…
Bagaimana mungkin kita melewatkan kesempatan indah
Untuk dapat bermesraan denganNya…
Ketika semua doa, harapan, dan tobat …
Di janjikan untuk di penuhi olehNya

Ayam – ayam berkokok di pagi buta
Hanya untuk bermunajat padaNya…

Bangunlah wahai hamba Allah…
Munajatmu di nanti olehNya…
Mereka yang hadir di penghujung malam
Sibuk bermunajat kepada Tuhannya…

Tidak kah kau dengar panggilan lembutNya
Ia turun ke langit dunia, hanya untuk menantikan
Kehadiran hamba – hambaNya…

Bangkitlah dari tidurmu, wahai hamba Allah
Jadilah para pencintaNya…
Pabila kau cuci hatimu dengan air mata tulusmu
Niscaya para malaikat akan turut membersihkan hatimu

Robeklah keheningan malam dengan ratapan hati
Carilah jalan menuju padaNya dengan munajatmu

Doamu kan di ijabah ...
Pintamu kan di kabulkan ...
Taubat mu pun kan di terima ..
Bangunlah wahai hamba Allah…

Gapailah keberkahanNya dengan bangun di penghujung malam
Balaslah sapa lembutnya dengan munajatmu
Qiyamul lail lah…. Wahai hamba Allah
Tenggelamkan dirimu dalam kekhusyu’an bermesraan denganNya
Hingga dapat kau dengar sapa lembutNya…

“ Ya Allah, akal, hati dan jiwaku telah kuhadapkan padaMu, akal yang penuh keyakinan terhadapMu, hati yang penuh dengan keimanan padaMu, serta jiwa yang senantiasa mencintaiMu. Ku bergantung padaMu untuk setiap langkah yang kubuat. Aku hanyalah hamba yang tak memiliki kemampuan apapun bila tanpa kuasaMu. Sholatku, hidupku dan matiku, ku akui hanya Egkaulah Tuhanku. Ku bersaksi hingga akhir nanti hanya Engkaulah Tuhanku, dan hanya Engkaulah tempatku menyembah. Tuntun aku ya Allah, agar senantiasa mampu selalu mensyukuri nikmatMu. Agar dapat selalu memperbaiki ibadah – ibadah kepadaMu. Agar aku pulang kepadaMu kelak dalam keadaan KAU cintai.



Sumber : Grup ISLAM SIAP MENJAWAB

Sepucuk Surat, untuk Rasulullah Sallallahu 'alaihi wasallam

Bismillahirrahmanirrahim ..Dengan tangan kotor berlumur dosa Ya Rasul,Sepucuk surat ini kutulis dengan tinta iman yang kini semakin mengering,dan di atas kertas hati yang semakin buram dengan coretan-coretan kemunafikan.Untukmu di sana wahai makhluk suci yang sangat merindukan kami.Shalawat dan salam atasmu wahai pemimpin para Nabi.Engkaulah sang pembawa risalah yang telah menunaikan amanah langit di bumi.

Duh..! Andai saja saat ini engkau di sini.

Tentulah tak ada kaum yang menghinakan kami....

Apalagi memecah belah umat ini. Bendera Islam pun berkibar di puncak tertinggi.Tak banyak yang ingin kusampaikan Ya Rasul, hanya ingin menceritakan keadaan kami....Ya..! Kami .., Umatmu yang kau sebut sebagaimana dalam hadits dengan “Saudara-saudaramu yang kau rindukan”.

Bukankah engkau yang mengatakan kepada para sahabat-sahabat muliamu: “Aku ingin (sekali) bertemu dengan saudara-saudara kita” Lalu para sahabat pun bertanya: “Bukankah kami semua saudaramu ya Rasul?”

Engkau menjawab: “Bukan! Kalian adalah sahabat-sahabatku.Sedangkan saudaraku adalah mereka yang hidup setelah(ku).” (Musnad Imam Ahmad)

Wahai Rasul!Saudara-saudaramu yang kau rindukan ini sedang sakit parah.Dunia telah meredupkan cahaya iman kami. Membutakan mata hati kami. Menggiring kami memasuki lobang-lobang kehinaan....

Wahai Rasul!Para wanita golongan kami yang dulu mati-matian kau perjuangkan kemuliaan dan kehormatannya kini malah setengah mati menjatuhkan diri mereka di lembah kerendahan....Para anak-anak yang kau katakan amanah yang tak boleh disia-siakan sekarang ditelantarkan dan disuap dengan butiran-butiran nasi basi keterbelakangan....Para orang tua yang kau larang disakiti, kini sangat mudahnya dizhalimi....Keadilan yang begitu kau agung- agungkan pun, kini seperti sebuah khayalan...

Wahai Rasul!Benarkah kami yang kau rindukan? Sedangkan shalatmu dan shalat kami seperti langit dan bumi...Kami lalai dalam dzikir kami bagaimana mungkin kami berdzikir dalam kelalaian kami...Bacaan Al Qur’an kami juga hanya sampai di makhraj hamzah, terhenti disitu jarang menembus kulit hati kami....Mata kami sering basah, menangis, tapi bukan karena rindu kami kepadamu Ya Rasul…Kami hanya menangis saat kehilangan harta dunia kami...Kami pun bersedih, tapi bukan karena ibadah-ibadah yang luput terlewati...

Wahai Rasul!Alangkah cintanya engkau kepada kami, umatmu yang kini sering melupakanmu...Padahal nanti saat manusia-manusia saling menyalahkan, saat semua orang dan bahkan para Nabi pun mementingkan diri sendiri agar selamat dari azab Allah sambil mengatakan “Nafsi-nafsi”(diriku-diriku).Lisanmu yang mulia itu malah mengulang-ulang kalimat:“Ummati-Ummati” (Umatku-umatku).Hati siapa yang tak akan luluh bila mengetahui cintamu kepada umatmu? Air mata siapa yang tak menetes jika mengingat perjuanganmu? Kepala yang mana yang tidak tertunduk malu mengenang sejarah hidupmu? Kecuali hati yang telah telah tertutupi dosa mata yang silau dengan dunia, dan kepala orang-orang pongah yang tak tahu diri.

Wahai Rasul!Masih ingat dalam ingatanku engkau pernah bersumpah: “Demi (tuhan) yang jiwaku berada dalam kekuasaan-Nya.Tidak sempurna iman seseorang diantara kamu sampai aku dicintainya melebihi cintanya kepada anaknya, orang tuanya, dan manusia seluruhnya.”Maafkan kami Wahai Rasul! Maafkan kekurangan kami....

Benarkah Kau Mencintaiku Karena Allah?





Ikhwan….
♥♥Jika kau mencintaiku karena Allah jangan dekati aku…
Jika kau mencintaiku karena Allah jangan menggodaku…
Jika kau mencintaiku karena Allah jangan merayuku….
Jika kau mencintaiku karena Allah jaga izzahmu denganku…
Jika kau mencintaiku karena Allah jangan menyentuhku…
Jika Mencintaiku karena Allah jagalah hatimu dan hatiku agar tetap Mencintai-Nya…

♥♥Jika kau mencintaiku karena Allah jangan menjadikan aku pacarmu…
Jika kau mencintaiku karena Allah pilihlah jalan yang Allah ridhai untuk mendapatkan hatiku…
Jika kau mencintaiku karena Allah menjauhlah jika kau tahu aku belum siap menerima pinanganmu…
Jika kau mencintaiku karena Allah bersabarlah mengungkapkannya di saat yang tepat….

♥♥Jika kau mencintaiku karena Allah tak usah khawatir kita tak dapat bersatu, karena kita tidak pernah tahu apakah aku sudah baik untukmu dan kau baik untukku menurut Allah…

♥♥Jika kau mencintaiku karena Allah… Yakinlah, Jika aku memang di takdirkan Allah menjadi bidadarimu ,, kita pasti akan bersatu.
Jangan menodai kesucian cinta hanya karena nafsu semata…

♥♥Ukhty….
Jika aku seorang ikhwan yang mengatakan cinta padamu karena Allah namun tanpa malu mendekatimu,apa kau tidak merasa takut terjerat padaku???

♥♥Jika aku seorang ikhwan yang mengatakan cinta padamu karena Allah namun tanpa malu dengan genit menggodamu,apa kau tidak merasa risih pada kegenitanku ???

♥♥Jika aku seorang ikhwan yang mengatakan cinta padamu karena Allah namun tanpa segan merayumu, apakah kau terbuai oleh bujuk rayuku???

♥♥Jika aku seorang ikhwan yang mengatakan cinta padamu karena Allah namun tak bisa menjaga izzah ketika berdekatan denganmu, apakah kau tidak bisa menolakku dengan perisai malumu???

♥♥Jika aku seorang ikhwan yang mengatakan cinta padamu karena Allah namun tanpa merasa berdosa berani menyentuhmu, apakah kau tidak takut Allah murka padamu, masihkah kau percaya pada ucapanku? tak curigakah kau padaku? Tak inginkah kau menjauhiku??? atau karena kau telah terjebak ke dalam jurang cinta nafsu, sehingga kau tak mampu menolakku meski kau tau semua ucapanku ” Mencintaimu Karena Allah” adalah palsu.

♥♥Ketahuilah ukhty…
Jika aku seorang ikhwan sejati Yang mencintaimu karena Allah.. Aku tidak akan berani menyentuhmu ,bahkan hatimu sekalipun… Karena aku malu pada Allah jika bayanganku mengacaukan kekhusuk’an ibadahmu…

♥♥Jika aku seorang ikhwan sejati yang mencintaimu karena Allah, aku tidak akan pernah berani merayumu, menggodamu, bahkan dengan bebas tanpa batas berinteraksi denganmu.. Karena kau belumlah halal bagiku. Aku malu jika harus membuatmu lebih banyak mengingatku dari pada mengingat-Nya. Aku malu jika harus menjadi seseorang yang membuat-Nya cemburu padamu karena kau rela melanggar larangan-larangan-Nya karena cintmu padaku.

♥♥Jika aku seorang Ikhwan sejati yang mencintaimu karena Allah aku tidak akan khawatir tidak dapat memilikimu karena tak mengungkapkan cintaku padamu sekarang meski saat ini aku begitu mengagumimu dan menginginkanmu menjadi bidadariku. Karena aku yakin jika engkau memang di takdirkan untukku ,engkau pasti akan menjadi milikku meski aku tak mengikatmu.. Bukankah jika Allah tidak mentakdirkan kita bersama di ikatpun pasti akan terlepas juga akhirnya??? Jadi untuk apa aku risau???

♥♥Ukhty…
Sadarlah… Jika aku seorang Ikhwan yang benar-benar mencintaimu karena Allah, aku hanya akan berani merayumu, menggodamu, dan menyentuhmu setelah engaku telah halal bagiku.

♥♥Untuk semua muslimah.. Ukhty , Tetaplah Berusaha Menjadi Shalihah Meski Zaman Telah Berubah….Barokallahu fiik ^_^

♥♥Allah memuliakan mereka yang saling mencintai dan bersahabat kerana Allah, yang membuat para nabi dan syuhada merasa iri terhadap mereka mereka. Nasa’i meriwayatkan dengan sanad dari Abu Hurairah ra, Rasulullah bersabda; “Di sekeliling Arasy, terdapat mimbar-mimbar dari cahaya yang ditempati oleh suatu kaum yang berpakaian dan berwajah cahaya pula. Mereka bukanlah para nabi atau syuhada, tetapi para nabi dan syuhada merasa iri terhadap mereka”.

♥♥Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, beritahulah kami tentang mereka!”

♥♥Beliau bersabda, “Mereka adalah orang-orang yang saling mencintai, bersahabat, dan saling mengunjungi kerana Allah”.

♥♥Allah berfirman, artinya, “Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa.” (QS/Qur’an Surat Az-Zukhruf : 67)



Semoga Bermanfa'at
Original Created by : Ameera 'Afya' Nurjannah.