Buscar

Pages

السلام Pictures, Images and Photos
Tampilkan postingan dengan label Renungan Hati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan Hati. Tampilkan semua postingan

Hidup itu Mimpi!



Dunia ini, tampak membosankan. Dari sudut manapun ku lihat, terasa sama saja. Monoton. Kehidupan yang monoton. Apa yang sebenarnya ku cari disini? Hidup seperti apakah yang ku inginkan.”

Mimpi adalah bunga tidur. Bunga itu ada yang harum dan busuk baunya, kadang layu dan mekar dengan indah, atau berduri hingga melukai hati nurani. Ialah mimpi, segala hal indah berharap nyata, dan segala hal buruk berharap musnah. Ialah mimpi, penghibur dikala duka, atau pengubur suka cita.
Gundah gulana, buruknya mimpi, indah dan bahagia semua akan hilang setelah terbuka mata di pagi hari. Tiada dapat kita bawa ke alam nyata, hati hanya bisa bergumam “oh, hanya mimpi”.

Begitulah mimpi, sedih senang sementara, kala bangun hanya bisa mengingatnya sementara. Maka hendaknya kita hidup seperti bermimpi, ketika membuka mata kita telah di surgaNya dengan kenikmatan abadi dan senang selamanya.

“Nikmatilah kehidupan” adalah salah satu motivasi untuk terus menjalani kehidupan. Menikmati yang bagimana? Banyak orang yang memaksakan diri untuk menikmati kehidupan. Merekalah yang belum kenal dengan arti kehidupan itu sendiri. Kehidupan itu suci, diberikan oleh Sang Maha Suci. Beberapa orang memang terlihat menikmati kehidupannya yang berkecukupan, menikmati kemewahan, pergi liburan, ke pengajian dan segala kegiatan menyenangkan lainnya. Lalu mereka yang melarat, hanya bisa mengeluh dan mencerca orang yang membagi kebahagiannya di sosial media dengan mengatakan riya’. 

Hidup tak hanya disitu sahabatku, ingatkah Firman Allah bahwa tiada satupun orang yang tidak diuji olehNya? Mereka terlihat bahagia, karena mereka telah menyimpan rapih kisah pilu, mereka mengeluh dalam kebisuan, hingga hanya tampak ceria di hadapan kita.

Kehidupan hanya milikNya, kita milikNya, kita hidup lalu mati menghadapNya. Kita dihujani kesedihan, diserang hinaan, dicerca bertubi-tubi. Tariklah nafas, lalu katakanlah “Ini, hanya mimpi. Hingga saat aku bangun, aku akan di surga”.

Hiduplah hanya untuk taat, kerjakan perintahNya, jauhi laranganNya, tebarkan kebaikan, bersabar dalam ujian. Kehidupan hanyalah kisah yang sudah di tuliskanNya dengan kita pemeran utama hanya bisa menjalankan penuh ridha. Jika kita mencaci kehidupan, maka kita telah menghinaNya. Apabila kita membenci hidup, maka sama saja dengan membenci Yang Maha Hidup. 

Hiduplah seperti bermimpi, lalu mainkan mimpimu dengan Taat. Perankanlah tokoh protagonis, jangan bosan menjadi lebih baik. Hingga saat kita terbangun kelak, kita sudah berada di syurga. Insyaallaah..

Saksikanlah Kebenaran

Kebenaran dalam mengimani Allah, MalaikatNya, Kitab Suci, Rasulullah, hari akhir, qada dan qadarNya. Kebenaran dalam enam ; rukun iman.

Kebenaran tampak pula pada syahadat, Allah ialah Tuhan, Muhammad sang Rasul teladan. Kebenaran shalat ; Subuh, Zuhur, Ashar, Maghrib dan Isya. Kebenaran pun terpetik pada perintah puasa ramadhan. Kebenaran pula pada perintahNya untuk zakat dan hadiri diri di kota Al-Mukaramah dalam rangka berhaji. Kebenaran meliputi yang lima ; Rukun Islam.

Kebenaran tampak pada perintahNya dalam rangka penjagaan kehormatan; tutup aurat bagi muslimin dan muslimat. Dari kepala sampai kaki kecuali muka dan telapak untuk perempuan, dari pusar hingga lutut untuk lelaki.

Kebenaran dalam kesungguhan usaha akan berhasil, kebenaran jika kesabaran dalam segala ihwal kan berbuah keberuntungan, kebenaran dalam penitian jalan maka kan sampai tujuan.

Kebenaranpun meliputi kalimat indah basmallah sebagai pembuka segala kegiatan agar keberkehan dan kebaikan memancar daripadanya. Kebenaran menutup segala amal yang diniatkan ibadah hadir ketika hamdalah terucap.

Kebenaran Nabi Muhammad saw dalam menyampaikan risalahnya kepada umat dengan segala sifat utama nan mulia. Kebenaran debat si Ibrahim pada Namrudz saat berucap, Tuhanku menerbitkan matahari dari timur, maka terbitkanlah ia dari Barat, maka terbungkamlah raja kejam itu. Kebenaran cinta ‘Ali pada Fathimah, mengalah atau mengambil kesempatan, yang pertama pengorbanan, yang kedua keberanian. Kebenaran Maryam melahirkan Isa, nabi yang pada waktu bayi bias bicara jelas sekali.

Kebenaran binasanya Lahab dan isteri, di abadikan dalam surah tersendiri. Kebenaran tenggelamnya sang tirani Fir’aun di laut merah, hingga jasadnya bias ditemui sebagai mumi, memperlihatkan bahwa azab Allah memang nyata dan tidak luput sama sekali.

Kebenaran adalah kebahagiaan ; bahagia di saat terbaca ayat-ayatNya, bahagia ketika dituntutNya untuk berbuat mulia, bahagia dikala saling nasihat dan berbagi kebaikan dengan sesama.

Kebenaran dalam bakti pada orang tua, mengasihinya, mamatuhi perintah baiknya, menjaganya di kala mereka telah renta.

Kebenaran pada sucinya pernikahan di atas bahayanya budaya pacaran. Kebenaran pahala setelah kehalalan atas dosa di atas kemaksiatan.

Kebenaran membawa peradilan di setiap sudut negeri. Kebenaran membuncah ketika para penguasa mendengar keluh rakyatnya walau itu menyakitkan telinga. Kebenaran tentang perlunya mematuhi syari’at islam dalam segala hukum yang tersedia.

Kebeneran adalah keseimbangan, antara dunia dan akhirat. Kebenaran adalah keindahan surga dan bengisnya neraka.

Kebenaran menuntut manusia untuk berjuang atas namanya. Semoga muslimin dan muslimat senantiasa menggoreskannya walau hanya di atas pelepah kurma atau kelapa.

"Sesungguhnya Kami benar-benar telah membawa kebenaran kepada kamu tetapi kebanyakan di antara kamu benci pada kebenaran itu" (Az-Zahukruf : 78)

Hayoo, Mau Seperti Apa Anda?? ^^

Wah ganteng banget artis Korea ini. Namanya siapa sih?”

O Em Ji, gue jatuh cinta sama Ariel No*h nih, kharismanya tu dapet banget.”

“Eh sumpah, baju yang dipake sama anak-anak girlband keren-keren, jadi pengen beli kayak gitu, pasti unyu.”


Itu adalah sebagian lontaran-lontaran menarik yang mungkin saja salah satu dari pembaca pernah mendengarnya atau malah pernah mengucapkannya. Hehe..

Tak apa, menyenangi seseorang akibat fisiknya yang keren, auranya yang khas, atau ingin mengikuti setiap mode adalah hal yang wajar. Sebagai manusia memang tak ada yang melarang, yang dilarang hanyalah mencintai berlebihan seakan menuhankan dan mengagung-agungkan manusia yang pada hakikatnya fana nan lemah ini.

Menjadikan orang sebagai teladan memang tak sepenuhnya juga dilarang, karena Allah sendiri menyuruh kita untuk meneladani Rasulullah saw. atas segala kemuliaan sifat yang ada pada diri belia.

Meneladani seseorang atas yang baik-baik saja itu dianjurkan, malah iri terhadap amalpun tak dilarang. Tetapi di zaman yang mulai sekuler ini semua serta merta berkebalikan dengan aturanNya, yang hendaknya meneladani sifat orang-orang mulia, tetapi malah mengikuti mode tak syar’i dari berbagai orang yang disenanginya. Bahkan ada yang ikut-ikutan berzina, pacaran atau menurutkan kehidupannya seperti kisah cinta (sejati?) yang ada di tivi-tivi.

“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.(Al-Israa’(17) : 32)

Sungguh memprihatinkan memang, di zaman yang semakin hedonis ini umat-umat malah tak segan lagi melakukan tindakan yang di luar kendali. Memang, sebagian orang tak tahu akan ilmu dan sebagian aturanNya, seperti indahnya doa Nabi Muhammad saat di Ta’if, sungguh mereka tak tahu, maka ampunilah. Namun sekarang ilmu telah mulai menyebar luas, jadi alangkah baik dan terpuji jikalau kita turut mempelajarinya. Bahkan sekarang para da’i bertebaran dan sedang semangat menyebarkan kebenaran. Sekarang yang sudah tahu tapi tetap melakukannya mungkin sedang kekurangan motivasi, hingga para motivator islam pun keluar untuk mencoba membangun gairah dan semangat ibadah. Namun jika masih ada yang melanggarnya, bagaimana? Entahlah, tak pantas rasanya berujar dan menjudge bermacam alasan mereka. Berbaik sangka saja, mungkin mereka masih sedang dihadapkan pada situasi yang tidak memungkinkan. Kita hanya berdoa semoga kita diberikan umur yang panjang dan dengan segala keberkahan di akhir hayat bisa bertobat padaNya. Eit, hati-hati pula jika memang hatinya tak bisa terbuka, Allah pernah berfirman dalam Al-Qur’an bahwasanya Allah memang sengaja menutup mata hatinya agar terus menjauh dari kebenaran.

Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami adalah pekak, bisu dan berada dalam gelap gulita. Barangsiapa yang dikehendaki Allah (kesesatannya), niscaya disesatkan-Nya[473]. Dan barangsiapa yang dikehendaki Allah (untuk diberi-Nya petunjuk), niscaya Dia menjadikan-Nya berada di atas jalan yang lurus.(Al-an’am : 39)

Na’udzubillahi min dzalik.

Sahabatku, marilah kita coba memaksa diri kita agar terus dapat mempersembahkan yang terbaik untuk dunia dan akhirat. Teladani sifat-sifat yang sempurna Rasulullah, sifat-sifat utama para keluarga, sahabat dan para pengikut beliau. Barangkali jikalau tak bisa melaksanakan kewajibanNya, maka cukup jauhi laranganNya. Begitu pula, jikalau tak bisa menjauhi laranganNya, maka laksanakan perintahNya. Terasa ada yang aneh? Benar, semua memiliki makna yang sama. Sebagai contoh sholat itu wajib. Jika berat untuk melaksanakannya, maka jauhi laranganNya, yaitu meninggalkan sholat. Maka disini artinya engkau tetap harus mengerjakannya. Begitu pula jika kau tak bisa menjauhi larangannya berupa Zina, laksanakanlah perintahNya, yaitu jaga hati dan matamu, menikahlah atau puasalah. Begitulah, ini adalah jual beli yang tak bisa ditawar-tawar. Hukum Allah itu sempurna dan tak ada cela.

Rasulullah yang tak pernah marah, selalu rendah hati, walaupun Ia seorang raja yang luar biasa di dunia. Ia adalah seorang pemimpin yang adil, panglima perang yang tangguh, suami yang memuliakan istri dan seorang ayah yang sangat menyayangi putra-putrinya. Adakah dijaman sekarang ini pemimpin layaknya Rasulullah? Memang inilah yang seperti Allah firmankan, ia adalah suri tauladan bagi sekalian alam.

Jadi, sekarang mau seperti apa atau siapa kita? Mau meneladani siapa kita? Sifat-sifat hedonis nan liberal yang dimiliki sebagian idol di tivi kah, atau sifat-sifat utama nan mulia milik Rasulullah kah?
Wallahu 'alam bish-shawwab..

Tentukan pilihanmu, sekarang!! ^_^



Akhlak Berkawan

Setiap manusia hidup berdampingan, tak ada yang sendiri. Pun jika memang ada jiwa yang merasa sunyi, itu hanya sudut yang belum tersentuh cinta nan suci.

Manusia, ah memang mereka suka bersahabat, saling tolong, bahu membahu, berdiskusi, dan seluruh kegiatan sosial yang membawa kepada ladang manfaat ataupun hanya motif hiburan semata tetap jadi kebiasaan.

Tetapi kadang hati bimbang, berkawan namun kadang masih saja ada yang bantah-bantahan, hujat-hujatan, ikhlas minta bayaran. Beruntung berbantah dengan yang baik, tapi ini, hmmm… katanya nasihat tapi menjelekkan. Ingin disanjung dan dipuji sudah jadi habit sehari-hari, merasa tinggi ketika benar tersampaikan, merasa suci jika yang dihujat tertunduk malu dengan diri.

Adalah ustadz Salim.A.Fillah sudah menuliskan kisah perdebatan yang terjadi di antara Imam Asyhab dan Imam Al-Qasim dalam bukunya yang ke 7 ‘Menyimak Kicau Merajut Makna’.

“Aku mendengar Malik berkata begini,” kata Asyhab. Ibn Al-Qasim menimpali, ”justru aku mendengar Malik tidak berkata seperti itu, melainkan begini.” “Aku bersumpah,” ujar Asyhab yang termuda itu dengan suara meninggi, “bahwa ucapanmu keliru!” “Dan akupun bersumpah,”sahut Ibn Al-Qasim, “bahwa engkau salah!”

Dalam keadaan seperti ini hanya ada satu orang yang bisa menjadi hakim atas dua orang alim dan faqih ini saat berselisih, ialah Imam Ibn Wahab. Beliaulah murid Malik yang paling tekun dan teliti mencatat setiap kata yang keluar dari lisan Sang Guru. Catatannya pun adalah yang paling rapi dan paling lengkap. Dan Imam Malik mencintainya melebihi para murid lain. “Malik adalah seorang guru yang keras, tak ada yang selamat dari sifat kerasanya kecuali Ibn Wahab,” tutur para murid lain.

“Kalian berdua benar, tapi kalian berdua keliru dan kalian berdua bersalah,” ujar Ibn Wahab kepada dua orang alim Ayshab dan Ibn Al-Qasim. “Kalian berdua benar karena Malik pernah menyampaikan kedua pendapat itu pada kesempatan yang berbeda. Namun kalian berdua keliru ketika saling menyalahkan. Dan kalian berdua bersalah atas sumpah yang kalian ucapkan dalam membenarkan diri dan mengkelirukan rekannya.”

Duh, betapa indah bukan teguran yang menyenangkan, tak ada diskriminasi, selanjutnya menjelaskan akan kesalahan saling membenarkan diri dan mengekelirukan kawan.

Sekali lagi diri ini ingin mengutip penggalan kata dari sang penulis, ustadz Salim A Fillah. Adab menasihati, bagi penasihat, merasa diri lebih mulia daripada yang dinasihati adalah hijab yang menghalangi tersampaikannya kebenaran. Baik sangka yang didahulukan, kemaafan yang berulang dan nasihat yang tersembunyi adalah kado persaudaraan yang tulus. Pernah bersyair Asy-Syafi’I, “nasihati aku kala sunyi dan sendiri, jangan dikala ramai dan banyak saksi. Sebab nasihat di tengah khalayak terasa hinaan yang membuat hatiku pedih dan koyak, maka maafkan jika aku berontak.”

Kadang diri merasa sakit jika kawan suka sedang kita dalam duka, terasa menyayat ulu hati ketika menolong kawan sampai ia tak peduli lagi, terasa sempit alveoli tatkala kawan berjanji namun tak pernah ditepati. Sumpah serapah terlontar saat merasa kawan menzhalimi, memanfaatkan diri ini tapi tak ada balasan baik darinya. Kadang hati tertegun heran, kaukah sahabat sejati? Duh, sakitnya hati ini, pada kawan yang kita sayangi, karena merasa tak pernah berubah dari jaman itu sampai jaman ini.

Tetapi sekali lagi, ingatkan diri pada sebuah akhlak berkawan, ingatkan lagi pada keikhlasan memberi tanpa balasan, ingatkan lagi pada mulianya memaafkan, ingatkan pada kesabaran yang akan menurunkan keberuntungan.

Sahabat, jika balasan yang kau minta darinya maka senang sesaat yang didapat, jika diri terzhalimi karena merasa ia memanfaatkan, maka sebetulnya kita mendapat gelar sebaik manusia.

“Khairunnas anfa’ahum linnaas”
“Sebaik-baik manusia ialah yang bermanfaat”

Maka berbahagialah bagi yang dimanfaatkan jasanya, karena ia memang sebaik-baiknya manusia, bahagialah pula dengan kesabaran jika tak dapat balas jasa karena ‘Man Shabara Zhafira’, ia kan beruntung.

Teriring lisan melantunkannya, semoga teriring pula amal guna untuk kawan-kawan tercinta.

^_^
(Humairatuz Zahra)

Welcoming 2013 ^_^


Ehm.. cek... cek. Alhamdulillah masih bisa nulis disini..
lama banget nih blog kagak ke'tulis', kagak ter'urus, kagak ter'perhatikan..
Maklum lah, si empunya nih lagi sibuk on the real life :D

Oke, Alhamdulillah puji syukur kita panjatkan kepada Allah swt, karena berkat taufik dan hidayahNya, saya bisa kembali bersua disini, menyapa teman-teman di cyber space ini. Shalawat dan salam tak lupa pula kita haturkan kepada junjungan kita, manusia yang paling mulia, Nabi Besar Muhammad saw., juga kepada keluarga, sahabat, serta pengikut-pengikut beliau, dari dulu, kini, hingga akhir zaman.. (waduh udah kayak pidato aja, hhii ^_^v)
Ngomong-ngomong tentang tahun baru, Alhamdulillah banget masih di kasih umur sama Allah, belum ngerasain kiamat, katanya kiamat bakal terjadi 2012 silam, but it was telling by a human who can't decide when 'kiamat' will be run :D, kita masih bisa bernafas dengan udaraNya, masih bisa memecahkan tawa di udaraNya, masih bisa memandang langit indahNya, menanti pelangiNya, dan mendengar merdu suara hujanNya..

Pasti pada nanya nih, kenapa tiba-tiba saya nyapa disini, dengan tulisan santai kayak gini, padahal dulu-dulunya seriusan yah :D, hehe. But, i'm just a human like you, that can be change into a better person hehe. 

Oke, forget 'bout that chit-chat, sekarang saya pengin ngajak kawan-kawan merenung sebentar, memikirkan, apa aja sih yang udah dilakuin dan belum dilakuin sepanjang 2012 silam? apa aja keinginan yang belum diwujudkan dan sudah terwujud? apa aja amal yang udah dijalanin dan belum terjalanin? Yuk, di evaluasi...
Dont be a losers.. jangan menjadi orang yang merugi..
Masih ingatkan apa kata nabi, kalau hari ini tidak lebih baik dari kemaren, RUGI!!
Hmm, ingat juga kan dalam surah Al-Asr.. Sesunguhnya manusia dalam kerugian, kecuali yang beriman dan beramal sholeh.. Ayo, sy tanya sekali lagi nih, di tahun 2012 tadi banyak maksiat apa banyak ibadahnya?? udah, cukup jawab dalam hati sambil beristighfar yaa...

Bagi yang punya the mapping of life nya, lihat lagi, di tahun 2013 ini targetnya apa aja? IP cumlaude? Hafal berapa surah? Nikah? :D. Ayok lakuin, selama kamu bisa ngelakuinnya, tidak mustahil kok semua itu akan terwujud. Asal tetap yakin ya, senjata utamanya DOA,USAHA dan TAWAKKAL.. Ingat ya, semua senjata ini harus digabung, jangan dipisah, supaya ampuh dan 'Allah bersama prasangka hamba-Nya' ^_^ Keep Hamasah kawan..


Mari Merenung ^^ (2)

Hanya sebuah renungan, untukku dan kawan-kawan.
^_^
Bismillaahirrahmaanirrahiim..


Sungguh indah skenario Tuhan, jika kau tidak pernah membayangkan suatu kesialan.
Sungguh indah skenario Tuhan, jika kita menghadapinya dengan senyuman kesabaran ^_^

Yakinlah, ada berjuta skenario indahNya, yang belum kita lakukan.

"Ya Allah, kami hanya bisa menikmatinya dengan keimanan, karena hanya dengan ini kami bertambah yakin, bahwa Engkau-lah pengatur semesta alam. Subahanallah ^^

Mari Merenung ^^ (1)

Hanya sebuah renungan, untukku dan kawan-kawan.
^_^
Bismillaahirrahmaanirrahiim..


Pilu hati melihat anak adam berlarian berkejaran dalam lingkar setan.
Pilu hati saat pengemban dakwahpun turut menuruni padang kelam.

Dimana jerit ketakutan pada Tuhan?
Dimana tangis dosa kalian?

Akupun bukan manusia sempurna, mencari kesempurnaanpun aku tak sanggup.
Aku hanya ingin meluruskan keraguan pandangan tentang Islam.
Aku ingin mencoba mengajak pada kebenaran.
Bukankah itu tugas seorang insan dalam kitabullah?

Kawan, Akupun bukan siapa-siapa tanpa Tuhan, Allah Sang Penerang kegelapan.
Akupun berasal dari jahiliyahnya sebuah medan.
Namun, lewat sanalah aku bisa menemukan jalan.
InsyaAllah kawan, selama kita masih mencium aroma bunga dunia, selama itu pula kita bisa menemukan cahaya.

Mari, bersama-sama tegakkan syariahNya.
Dalam satu bendera umat Rasulullah,kita menjadi pejuang Al-Qur'an dan sunnah. 

Ya Allah, bimbing dan terus tuntun kami..
Jangan keraskan hati kami, tapi lunakkanlah ya Allah, layaknya HDL yang melunakkan membran sel.
Lunakkan membran hati kami dalam menerima hidayahMu.. Aamiin..

Ya Allah, ku titipkan dia pada-Mu

Perempuan-perempuan yang menatapmu, memandangmu..
Mereka semua mengagumimu, memujimu..
Tampannya wajahmu dan kerennya gayamu..
Mereka semua terpesona olehmu akhi..
Mereka semua mencoba mencari perhatian darimu, mencoba mempesona balik kepadamu, mencoba menjadikan dirimu pacarnya..

Tetapi aku..
aku hanya bisa menjauhi dirimu,
Dengan wajahku yang sederhana, tak perlu aku mempesonamu..
Dan tak ada setitikpun harapan untuk menjadikanmu pacarku..

Yah.. Aku memang seperti mereka, yang mengagumimu..
Tetapi, aku malu melirikmu, aku takut memandangmu..
Aku malu sama Allah, Aku takut akan azab Allah,karena kau belum halal bagiku, dan mungkin tak akan pernah halal bagiku..

Tetapi, tak dapat ku pungkiri pesona pribadimu..
Kesantunanmu, kelembutanmu..
Subhanallah.. Aku jatuh cinta..
Bagaimana cara menyampaikannya padamu akhi?
Ah, setan lagi-lagi menggodaku..

Apa kau tahu akhi..
Aku hanya bisa menghadirkan namamu disetiap doaku..
Aku hanya bisa menghadirkan namamu disetiap sujud terakhir istikharahku..
Aku hanya bisa menghadirkan namamu disetiap tulus air mata meminta ampunan pada Rabb-ku..

Aku ingin menyentuh hatimu lewat doa-doa yang ku panjatkan..
Bukan lewat lagu-lagu penggalauan..

Aku ingin menyentuh hatimu dengan menjaga izzah dan iffahku..
Bukan lewat tatapan, rayuan dan sikap yang manja dan menggodamu..

Akhi, aku hanya mengharapkan kau semakin dekat dengan-Nya..
Yang selalu menjagamu, yang selalu mengawasimu, yang selalu menolongmu..
Aku hanya ingin, kau menjadi laki-laki sholeh, yang berhati malaikat, penegak Al-Qur’an dan As-sunnah..

Semoga suatu saat, kau menemukan bidadarimu..
Yang sekufu denganmu..
Menjadi ibu dari anak-anakmu, istri sholehah yang menjadi perhiasan berharga untuk jiwamu..
Yah, walau akupun tidak tahu siapa, entah itu aku ataupun orang lain..
Karena Allah-lah yang berhak menetapkan, bukan aku, mereka, ataupun dirimu sendiri..

Inilah bentuk cinta yg kupersembahkan untukmu..
Cinta karena Allah.. Hanya karena Allah..

Ya Allah, ku titipkan dia pada-Mu..
Tunjukkan selalu jalan lurus-Mu..
Bimbing hatiku dan hatinya, agar selalu terpaut pada-Mu..
Ku titipka dia pada-Mu…

Atas Nama Ta'aruf?

Saudariku....sahabatku...
ukhty muslimah....

Sungguhpun ta'aruf bukanlah sebuah permainan....bukan sekedar coba-coba...bukan
sekedar perkiraan...

"hmm..siapa tau cocok..."

"hmm...siapa tau jodoh..."

"siapa tau..."siapa tau...'

atau bahkan...

" Hmm....lumayanlah...buat hepi-hepian...???????"

Astaghfirullah....

Sungguh...Ta'aruf itu bukanlah sebuah keisengan seperti itu....!!!!

Bagaimana mungkin SATU-SATUNYA JALAN YANG DIHALALKAN OLEH ALLAH...OLEH
ISLAM..adalah sebuah permainan iseng...permainan coba-coba...sebuah
kesenangan terselubung...??????

Bagaimana mungkin suatu upaya untuk menghindari PACARAN...justru tanpa disadari
masuk dalam PACARAN tersebut...

Bagaimana mungkin sebuah upaya untuk membuahkan suatu yang suci...suatu
ikatan yang mahal harganya...sebuah perjanjian agung yakni PERNIKAHAN
adalah sebuah lelucon yang bisa dilakukan dengan siapa saja...siapa
saja yang mau...siapa saja yang ada...atau sebuah iseng-iseng
berhadiah...???????????????

Dengan perkataan...

"coba ah...sama dia...siapa tau...hehehe..???????????"

TA'ARUF BUKAN HAL-HAL REMEH TEMEH SEPERTI ITU....!!!!!!!

TA'ARUF ITU SUNGGUH SUCI...!!!

Sungguh bukan hak saya untuk berkata demikian sebenarnya...

Saya bukan siapa-siapa...bahkan saya adalah orang yang sangat sangat awam
dengan masalah ini....

Tapi...sungguh miris hati saya ketika melihat realita...ta'aruf seakan
jadi sebuah solusi atau jalan lain karena tidak boleh pacaran...!!!

Akibatnya...??? ta'aruf tiada bedanya dengan pacaran...???

Lalu...??? ta'aruf adalah pacaran hanya dibungkus dengan "selimut
Islami..."????????

Jika pacaran yang dibicarakan adalah...(hmm..mungkin ..^^)

"sayang...ketemuan yuk..."

Ta'aruf...

"ukhty...sholat tahajud dulu...??????????"

Jika pacaran mengungkapkan perasaan dengan

"sayang...aku cinta kamu..."

Ta'aruf ...??

"ukhty...sungguh hati ini mencintaimu karena Allah...????"

Sms-sms penuh perhatian...tiap hari...tiap jam...

Telepon-telepon mengobrol kehidupan sehari-hari...

Chatting..???

YANG DIBICARAKAN...??????? hmm..tidak jauh beda...!!!

Kiranya semuanya telah tau...

Bahwa wanita adalah fitnah terbesar bagi seorang laki-laki...

Namun...saya wanita...dan ukhty pun wanita...

Tapi kita juga tau...bahwa perhatian laki-laki...kasih sayangnya...sikap
melindunginya...kesetiaannya adalah cobaan yang tidak kalah hebatnya bagi
seorang wanita...

Mungkin kami para akhwat pada awalnya akan berkata...

"iih...iseng bgt sih..."

"nyebelin..."

"ganjen..."

"TP TP..."

"ngapain sih ngajak-ngajak ta'arufan nggak jelas.."

TAPI....kita semua juga tau....

Cinta itu tumbuh karena terbiasa...

terbiasa dekat...

terbiasa ada...

terbiasa bersama...

terbiasa berantem..hhe..^^

terbiasa saling menyapa...

terbiasa diberi perhatian...

terbiasa saling mengobrol...hmm...

Cinta itu teramat bening...

saat ini tiada apapun...namun perlahan...tanpa kita sadari...dia sudah menjalar
ke seluruh bagian jiwa kita,,,menguasai kita...

Awalnya mungkin kita akan merasa sebal dengan kehadirannya...

Terganggu oleh sms-sms isengnya....

Terganggu oleh pertanyaan-pertanyaan anehnya....

Namun...tanpa kita sadari...

saat ia tiada...

saat sms tak kunjung tiba...

saat telepon tak berdering lama....????

akan ada perasaan kehilangan....

setiap saat melihat ke HP...menunggu deringnya...

setiap saat melongok ke komputer...menunggu onlinenya.....

Dan itukah...??? itukah saudariku....??? yang dinamakan dengan..."MENCINTAI
KARENA ALLAH...???" itukah...????

itukah....?????????

ya akhi...para ikhwan....

sungguh hati wanita ini lemah....

hati wanita itu mudah terjangkiti virus....

dan bagaimana jika kita telah jatuh cinta...

bagaimana ternyata hati kita sudah saling merindu...menginginkan adanya
kebersamaan...

merindukan adanya kasih yang tanpa akhir...

sementara....KITA BELUM HALAL....!!!!!!

DAN MUNGKIN KITA TIDAK AKAN PERNAH JADI HALAL....!!!!!!

sanggupkah engkau pertanggungjawabkan sms-sms mesramu...???

sangggupkah engkau pertanggungjawabkan telepon mesramu...???

sanggupkah engkau pertanggungjawabkan tangis kami karena mulai
merindukanmu...???

mulai berharap padamu...???

Tolong, kami hanya ingin menjaga diri . Menjaga amal kami tetap tertuju padaNYA.

Karena janji Allah itu pasti. Wanita baik hanya diperuntukkan laki-laki baik.

Ya akhi....ikhwan...calon pemimpin kami di masa depan....

Jika engkau benar-benar serius...mengapa engkau hanya bersembunyi dibalik
internetmu...???

Bersembunyi dibalik HPmu...???

Bersembunyi dalam kata-katamu...????????

kita sudah lelah dengan semua itu...

sungguhpun kita tidak mengharapkan seorang laki-laki BERMENTAL TEMPE ...

yang hanya berani di dunia maya...

yang hanya berani di dunia sms...

dan yang lari dari tanggungjawab setelah merasa tidak cocok....

Jika engkau memang sungguh serius...

DATANGLAH PADA ORANGTUA KAMI...!!!

JAWAB PERTANYAAN KAMI DENGAN LANTANG...!! DIHADAPAN KAMI...!!!!

JAWAB PERTANYAAN KAMI SECARA LANGSUNG....!!!!

kami wanita ingin pemimpin yang berani....

kami wanita yang ingin menjaga diri...

kami wanita yang tidak ingin diberi harapan palsu...janji gombal....

kami wanita yang ingin laki-laki yang halal.....

DENGARLAH AKHI...KAMI WANITA YANG BERBEDA...!!!!!!

PERNIKAHAN ADALAH KESUCIAN....

DAN JALAN MENUJU PERNIKAHAN TENTUNYA HARUS SESUCI PERNIKAHAN ITU PULA ...!!!

Aku bukanlah seorang gadis yang cerewet dalam memilih pasangan hidup.

Siapalah diriku untuk memilih permata sedangkan aku hanyalah sebutir pasir yang
wujud di mana-mana.

Tetapi aku juga punya keinginan seperti wanita solehah yang lain,
dilamar lelaki yang bakal dinobatkan sebagai ahli syurga, memimpinku ke
arah tujuan yang satu.

Tidak perlu kau memiliki wajah setampan Nabi Yusuf Alaihisalam, juga
harta seluas perbendaharaan Nabi Sulaiman Alaihisalam, atau kekuasaan
seluas kerajaan Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam, yang mampu
mendebarkan hati jutaan gadis untuk membuat aku terpikat.

Andainya kaulah jodohku yang tertulis di Lauh Mahfuz, Allah pasti akan
menanamkan rasa kasih dalam hatiku juga hatimu. Itu janji Allah. Akan
tetapi, selagi kita tidak diikat dengan ikatan yang sah, selagi itu
jangan dimubazirkan perasaan itu karena kita masih tidak mempunyai hak
untuk begitu.

Juga jangan melampaui batas yang telah Allah tetapkan. Aku takut
perbuatan-perbuatan seperti itu akan memberi kesan yang tidak baik
dalam kehidupan kita kelak.

Permintaanku tidak banyak. Cukuplah engkau menyerahkan seluruh dirimu
pada mencari ridha Illahi. Aku akan merasa amat bernilai andai dapat
menjadi tiang penyangga ataupun sandaran perjuanganmu. Bahkan aku amat
bersyukur pada Illahi kiranya akulah yang ditakdirkan meniup semangat
juangmu, mengulurkan tanganku untukmu berpaut sewaktu rebah atau
tersungkur di medan yang dijanjikan Allah dengan kemenangan atau syahid
itu. Akan kukeringkan darah dari lukamu dengan tanganku sendiri. Itu
impianku.

Aku pasti berendam airmata darah, andainya engkau menyerahkan seluruh cintamu
kepadaku.

Cukuplah kau mencintai Allah dengan sepenuh hatimu karena dengan mencintai
Allah, kau akan mencintaiku karena-Nya.

Cinta itu lebih abadi daripada cinta biasa.

Moga cinta itu juga yang akan mempertemukan kita kembali di syurga….


ATAS NAMA TA'ARUF...???

MUNGKIN SALAH SEORANG LAKI-LAKI AKAN BERTANYA..."

mengapa wanita begitu selektif memilih orang yang akan ta'aruf.."

maka...

wanita akan menjawab..

suami kami nanti kelak akan menjadi pemimpin kami...

akan kami layani kebutuhannya....

akan kami tunggu kehadirannya...

akan kami berikan jiwa kami...raga kami....

bagaimana mungkin kami lalai dalam memilih calon suami...meski hanya dalam
rangka ta'aruf...??

suami kami nanti akan menjadi pembimbing agama kami...penjaga kami...pelindung
kami...

bagaimana mungkin kami akan gegabah dalam menentukan pilihan...meski hanya
sebatas tukaran biodata..??

mentaati suami kami adalah salah satu jalan kami ke surga...

ketaatan pada suami adalah lambang kesholihan kami....

bagaimana mungkin kami akan cepat memutuskan siapa pilihan kami meski hanya
sebatas kata..."baik saya setuju...ta'arufan..."

ya akhi....saudaraku...para ikhwan....

JANGAN TAWARKAN KEISENGAN ATAS NAMA TA'ARUF PADA KAMI...!!!!!

KETAHUILAH...KAMI ADALAH WANITA YANG BERBEDA...!!!!!


-------------sumber dari temen ana yang Shalihin

Jadikanlah Sabar dan Shalat Sebagai Penolongmu. Dan Sesungguhnya Yang Demikian
itu Sungguh Berat, Kecuali Bagi Orang-Orang yang Khusyu [ Al Baqarah : 45 ]